Slide 1

Berita Sekretariat Jenderal > Sosialisasi Layanan Data dan Teknologi Informasi Pusdatin


Rabu, 17 Oktober 2018, Dilihat 50 kali

Foto Sosialisasi Layanan Data dan Teknologi Informasi Pusdatin

Information Technology Service Management (ITSM) atau Manajemen Layanan Teknologi Informasi adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang  berpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan atau organisasi. ITSM juga bisa diartikan suatu metode yang memiliki kemampuan untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam bentuk layanan yang bertujuan untuk lebih meningkatkan layanan lebih efektif dan efisiensi dalam pemberian layanan kepada pelanggan atau konsumen (Michael Wedemeyer, 2008).

Service merupakan sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi yang diinginkan pelanggan tanpa biaya dan resiko spesifik. Nilai layanan kepada pelanggan secara langsung tergantung pada seberapa baik layanan memfasilitasi pelanggan tersebut. Di masa lampau, penyedia layanan sering berfokus hanya pada sisi teknis dan bukan pada sisi konsumsi. Manajemen pelayanan dapat menyediakan pelayanan seperti: (a) memahami layanan yang mereka sediakan baik dari konsumen dan perspektif penyedia. (b) memastikan bahwa layanan berjalan dengan baik agar pelanggan mendapatkan yang diinginkan. (c) memahami service yang diberikan untuk pelanggan karena kepuasan pelanggan adalah yang utama. (d) memahami dan mengelola semua biaya dan risiko yang berkaitan dengan pemberian layanan tersebut.

Manajemen pelayanan atau service management adalah seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan nilai kepada pelanggan dalam bentuk jasa. Manajemen service memungkinkan penyedia layanan untuk : (a) memahami jasa yang mereka sediakan baik dari perspektif konsumen dan penyedia. (b) memahami dan mengelola semua biaya dan risiko yang berkaitan dengan jasa tersebut.

Beberapa manfaat dari diselenggarakannya Manajemen Layanan TI adalah meningkatkan mutu penyediaan layanan, proses bisnis layanan yang terjadi dapat lebih terpusat, indikator kinerja dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan serta setiap orang akan mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam penyediaan layanan.

Manajemen layanan teknologi informasi dibutuhkan hampir disemua pihak baik itu user individual, user manajemen, unit non TI maupun manajemen paling atas. Dalam hal ini, user individual adalah pegawai yang harus dilayani oleh unit TI. Oleh karena itu organisasi harus bisa menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan pelayanan dari unit TI tersebut.

Memberikan layanan terbaik yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi perlu dilakukan agar informasi yang disampaikan dapat dimanfaatkan oleh konsumen di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, K/L./D/I dan masyarakat umum. Atas dasar tersebut, untuk dapat memberikan pelayanan terbaik, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) terus berupaya melakukan pembenahan dalam prosesnya, salah satunya dengan mengembangkan aplikasi Layanan Teknologi dan Informasi, dengan tujuan agar semua pelayanan Pusdatin dapat terekam secara terpusat dan terorganisir dengan baik.

Pusat Data dan Teknologi dan Informasi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Aplikasi Layanan Teknologi Informasi (LTI) pada tanggal 26 September 2018 yang bertempat di Sotis Hotel Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Tujuan dari acara tersebut adalah untuk mensosialisasikan aplikasi layanan teknologi informasi dan komunikasi yang telah dikembangkan oleh Pusdatin. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengundang peserta dari unit kerja di Pusdatin dan dari unit kerja di luar Pusdatin yang terkait dengan pelayanan teknologi informasi  diantaranya dari BPSDM, Perencanaan dan Evaluasi PJJ Bina Marga, PDSI-KIP Cipta Karya, BPJT, BPPSPAM, Datin Cipta Karya dan Datin Direktorat Penyediaan Perumahan.

Kegiatan Sosialisasi Layanan Data dan Teknologi informasi dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi yang selanjutnya memberikan paparan tentang peranan LTI, dan menerangkan manfaat LTI. Manfaat LTI yang dikemukakan oleh Kapusdatin diantaranya adalah untuk menciptakan koordinasi dan kejelasan fungsi LTI serta memudahkan dalam mengukur kerja instansi.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Integrasi Data dan Layanan Teknologi Informasi, yang memaparkan tentang kondisi eksisting layanan TIK di Pusdatin yaitu terdapat 24 jenis layanan yang ada di Pusdatin, selain itu diterangkan pula bahwa kegiatan layanan yang ada di Pusdatin pada saat ini telah berjalan dengan menggunakan mekanisme persuratan (TNDE, email) atau datang ke Pusdatin dengan pengajuan surat permohonan dari pengguna kepada Pusdatin yang diterima Bagian Program dan Umum dan selanjutnya didistribusikan ke Bidang/Balai pelaksana pengerjaan layanan.

Sesi paparan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Subbidang Integrasi dan Standarisasi Data yang memaparkan tentang penyelenggaraan teknologi informasi dan komunikasi di Kementerian PUPR, yang dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Subbidang Layanan Teknologi Informasi yang menyampaikan tentang Apikasi Layanan Teknologi Informasi yang dikembangkan oleh Pusdatin. (/SkR)