Slide 1

Berita Sekretariat Jenderal > Menuju Komposisi SDM yang Ideal melalui Workshop Penyusunan Analisa Jabatan


Senin, 04 Maret 2019, Dilihat 307 kali

Jakarta - Dalam rangka meningkatkan pemahaman para Pejabat Unit Organisasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam penyusunan analisa jabatan, Biro Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana menyelenggarakan Workshop Penyusunan Job Analysis Kementerian PUPR pada hari Rabu, 27 Februari 2019 bertempat di Hotel Ambhara Jakarta. Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana, Asep Arofah Permana. Pada kesempatan pertama beliau menyampaikan bahwa selama kurun waktu 3 (tiga) tahun terjadi penurunan jumlah pegawai yang cukup signifikan. Aksi tindak lanjut telah dilakukan untuk menstabilkan jumlah pegawai di Kementerian PUPR antara lain melalui adanya Tenaga Non Pegawai Negeri Sipil, perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil, dan penerimaan pegawai mutasi dari instansi lain. Penyelenggaraan Workshop Penyusunan Analisa Jabatan merupakan salah satu langkah kecil untuk meminimalisir kecenderungan jumlah pegawai Kementerian PUPR yang terus menurun dari tahun ke tahun.

Kegiatan workshop memfokuskan pada metode dan teknik yang tepat dalam menyusun Job Analysis di Instansi Pemerintah. Pada kegiatan tersebut menghadirkan Eko Supriyatno seorang pakar dalam metode dan teknik penyusunan analisa jabatan dari Great CoachIndonesia yang bekerjasama dengan Majalah Tempo. Eko menerangkan pentingnya membangun organisasi yang sehat dengan mengidentifikasi segala permasalahan yang dimulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak berkompeten, desain organisasi yang kompleks, tidak ada kapasitas belajar, office politics, dan peraturan-peraturan yang menyulitkan sehingga akibatnya membuat organisasi tidak bisa bergerak dengan cepat. Solusi yang perlu dilakukan adalah melalui optimalisasi performa dengan meningkatkan kompetensi baik hard dan soft competency serta perbaikan sistem organisasi dengan menganalisa tugas-tugas yang ada, distribusi pegawai yang tepat sasaran, dan efektivitas koordinasi antar karyawan lintas instansi melalui analisa jabatan.

Analisa jabatan dilakukan untuk mengetahui postur fisik dan mental ideal yang harus dimiliki dalam sebuah jabatan, kapan target pekerjaan harus dicapai, dimana pekerjaan harus dilakukan, bagaimana pegawai melaksanakan pekerjaannya, mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan, dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Sebanyak 45 (empat puluh lima) orang menghadiri kegiatan workshop yang terdiri dari sekretaris unit organisasi dan perwakilan bidang kepegawaian dari seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian PUPR. Untuk menguatkan pemahaman juga dilakukan simulasi penyusunan analisa jabatan yang ada di setiap unit organisasi.  Pada akhir acara, sekaligus menutup workshop, Sekretaris Jenderal, Anita Firmanti, menyambut antusias kegiatan ini dan berharap kedepannya dapat terus dilakukan kegiatan serupa untuk peningkatan pemahaman akan analisa jabatan dalam pengembangan pencapaian tujuan organisasi. (ANDI INAYA NIRWANA, A.Md)